Wasiat Nenek Ani (Serius Lawak!)

| December 13, 2011
 

Nenek Ani dirawat di sebuah hospital di ibukota. Menurut doktornya, asmanya sudah semakin teruk hingga perlu dipasangkan salur oksigen. Sudah beberapa hari dia tidak bercakap dan seperti orang koma. Dikira sudah menjelang ajal, anaknya memanggilkan Imam yang bernama Pak Ramli agar di membaca Yaasin dan doa untuk maknya itu.


Gambar hiasan, seorang nenek di hospital

Sedang asyik Pak Ramli berdoa, tiba-tiba muka nenek Ani bertukar warna biru seolah-olah tidak boleh bernafas. Tangannya menggigil. Dengan menggunakan bahasa isyarat nenek Ani minta diambilkan kertas dan alat tulis. Sisa-sisa tenaga yang ada digunakan oleh nenek Ani untuk menulis sesuatu dan memberi kertas tersebut kepada Pak Ramli.

Sambil terus berdoa dan membaca Yaasin, Pak Ramli langsung menyimpan kertas tersebut tanpa membacanya kerana fikirannya dia tidak sanggup membaca surat wasiat tersebut didepan Ani dan ahli keluarga yang lain. Tak lama kemudian nenek Ani meninggal dunia. Pada hari ketujuh meninggalnya nenek Ani, Pak Ramli diundang untuk datang kerumah Ani.

Selesai memimpin bacaan doa dalam kenduri arwah (tahlil) tersebut, Pak Ramli berbicara, “Saudara-saudara sekalian, ini ada surat wasiat dari almarhum nenek Ani yang belum sempat saya sampaikan, yang saya pasti nasihat untuk anak dan cucunya semua. Mari kita sama-sama membaca suratnya“.

Pak Ramli membaca surat tersebut, yang ternyata berbunyi:

Ramli jangan berdiri di situ…! Jangan pijak saluran oksigen aku..!

Melayukini.net – Ajal maut di tangan Allah. Daripada Allah kita datang, kepada Allah kita kembali. Apakah amalan yang sudah kita sediakan untuk menghadapi kehidupan yang kekal abadi di alam akhirat kelak? Pesanan untuk diri sendiri.


Sumber: Ceritalucu | Layari Koleksi Serius Lawak Melayukini.net

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Carian kata kunci paling popular:

  • nenek ani
  • fakta nenek ani
  • gambar nenek ani
 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Komedi

About the Author ()

"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan." (Surah Al-‘Alaq 96: 1)

Comments are closed.